UPAYA PENGEMBANGAN DAN PEMBERDAYAAN PENGOBATAN TRADISIONAL DAN OBAT TRADISIONAL DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA

Penulis : Murniwati, S.Sos. M.Si

  1. LATAR BELAKANG

Tujuan pembangunan kesehatan pada hakekatnya adalah mewujudkan Indonesia Sehat 2010 antara lain memuat harapan agar penduduk Indonesia memiliki kemampuan untuk menjangkau pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata. Untuk mewujudkan cita-cita tersebut telah dilaksanakan berbagai upaya pembangunan kesehatan dan telah menunjukkan perubahan yang bermakna berupa peningkatan derajad kesehatan masyarakat. Walau demikian, berbagai fakta menyadarkan bahwa pelayanan kesehatan yang bermutu, adil dan merata itu masih jauh dari harapan masyarakat dan membutuhkan upaya yang sungguh-sungguh untuk mencapainya.

Berkembangnya pengobatan tradisional di Wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, belum sepenuhnya dilakukan penataan secara menyeluruh, sehingga diperoleh pelayanan pengobatan tradisional masih apa adanya dan belum sepenuhnya mendapat pembinaan, serta masih diragukan bila ditinjau dari segi hygienis, seyogianya dilakukan penataan yang menyeluruh dan bertahap agar pelayanan pengobatan tradisional aman digunakan, bermutu, bermanfaat, dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah dan hukum.

Ramuan yang digunakan oleh Batantra hampir keseluruhannya terdiri lebih dari satu jenis tanaman obat. Pengembangan pengobatan tradisional ramuan sarat dengan nuansa pembinaan berbasis pada studi epidemilogik, mulai dari observasi. Sementara itu rencana pengembangan obat bahan alam di Badan POM, mengarah pada pengembangan produk yang terdiri dari atas satu jenis tanaman obat, melalui pendekatan pengembangan obat pada umumnya yang berbasi:s pada uji klinik dan banyak istilah penggunaan nama seperti obat bahan alam, obat asli Indonesia, Obat tradisional, biofarmaka, jamu, ramuan yang semuanya menunjukkan pada satu arti yaitu tanaman berkhasiat obat baik empirik maupun ilmiah, yang telah beredar dan digunakan oleh masyarakat, baik diproduksi oleh industri (obat tradisional pabrikan) maupun dibuat sendiri dalam rumah tangga.

Perkembangan di bidang informasi dewasa ini telah mempermudah akses masyarakat terhadap informasi tentang pengobatan tradisional. Pengobatan tradisional tidak hanya diminati oleh sekelompok masyarakat desa atau mereka yang pendidikannya rendah tetapi juga mereka yang berpendidikan tinggi.

Dalam upaya mereformasi sistem kinerja pelayanan kesehatan, perlu didapatkan informasi dari para pelaksana atau pemberi pelayanan di tingkat Puskesmas (Kecamatan) dan Dinas Kesehatan Kabupaten, serta para stake holders bidang kesehatan baik di tingkat kecamatan maupun di tingkat kabupaten. Dengan didapatkannya informasi tentang keadaan  atau permasalahan pelayanan kesehatan,  para petugas kesehatan dapat bekerja sesuai dengan fungsi dan menghasilkan kinerja yang optimal, dengan bekerjasama/melibatkan berbagai stake holders dan pengobat tradisional yang profesional di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di masyarakat banyak pengobatan tradisional yang belum dikembangkan sebagai aset daerah, pengobatan tradisional (Batantra) melalui pengobat tradisional (Battra) khususnya yang menggunakan ramuan perlu mendapat pembinaan, oleh sebab itu perlu dilakukan kegiatan : “Kajian tentang Upaya Pengembangan Pengobatan Tradisional dan Obat Tradisional Di Kabupaten Kutai Kartanegara Tahun 2009”.

II. TUJUAN PENELITIAN

1.   Tujuan Umum

Mendapatkan data base Pengobatan Tradisional (Batra) ramuan di Kabupaten Kutai Kartanegara

2. Tujuan khusus

– Mendapatkan data Pengobatan Tradisional ramuan (menggali potensi obat tradisional) di Kutai Kartanegara

– Mendapatkan data keluhan pasien dan ramuan yang digunakan sebagai obat

– Memantapkan  penelitian dan pengembangan pengobatan tradisional di Kabupaten Kutai Kartanegara.

III. MANFAAT  PENELITIAN

– Sebagai dasar pemerintah/penentu kebijakan dalam pembinaan dan pengawasan, sebagai dasar penelitian dan pengembangan bagi para peneliti.

– Pengobatan tradisional masyarakat di Kabupaten Kutai dapat diakui , menjadi Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI)

IV. LOKASI PENELITIAN :  9 (Sembilan) kecamatan yaitu : di Kecamatan Muara Muntai, Sebulu, Tenggarong Seberang, Muara Badak, Kenohan, Muara Wis, Marangkayu, Muara Jawa, Loa Janan.

VII. HASIL PENELITIAN

Responden pengobat tradisional ramuan terdiri dari Pengobat tradisional ramuan Indonesia (jamu), gurah, tabib, sinshe dan pengobat tradisional lainnya yang metode pengobatannya sejenis. Dari survey yang dilakukan, diperoleh profil pengobatan tradisional (Battra) dalam hal pendidikan, pekerjaan pokok, sebab ketertarikan pada pengobatan tradisional dan dari mana kemampuan Battra diperoleh.

Battra di Kabupaten Kutai Kertanegara lebih didominasi oleh perempuan, umur battra sekitar 35 sampai 45 tahun, dengan pekerjaan pokok Pengobat tradisional, dan umumnya berpendidikan rendah atau tidak sekolah. Dalam  mengobati pasien hamper 65 % atas dasar melestarikan warisan nenek moyang.

Semua Battra tidak mempunyai catatan pasien dan tidak terdaftar di Dinas Kesehatan setempat. Dalam rangka membina upaya pengobatan tradisional; memberikan perindungan kepada masyarakat dan menginventarisasi jumlah pengobat tradisional jenis dan cara pengobatannya, pemerintah melalui Surat keputusan Menkes No. 1076 tahun 2003 tentang penyelenggaraan pengobatan tradisional, mensyaratkan Battra ramuan yang berpraktek di Indonesia paling tidak mendaftarkan prakteknya  ke  Departemen Kesehatan, dalam hal ini ke Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota setempat untuk memperoleh Surat Terdaftar Pengobat Tradisional.

Salah tujuan untuk menilai profil pasien adalah untuk melihat  bagaimana kemampuan atau manfaat Battra dinilai oleh pasien. Hampir 90 % pasien menyatakan bahwa  setelah berobat, penyakit berangsur sembuh. Namun data kesembuhan didukung pula oleh adanya informasi bahwa selain berobat ke Battra, pasien berobat juga ke dokter (53%).

Informasi mengenai jenis tanaman obat dalam  ramuan,  bagian tumbuhan yang digunakan, bagaimana  bahan  digunakan,  cara olah,  cara pakai, frekuensi   penggunaan   dan lama penggunaan Ramuan dapat dilihat pada Tabel 1 sampai dengan Tabel 19.

Tabel 1   : Ramuan untuk keluhan/penyakit KANKER.

No Nama tanaman Bgn tum buhan yang

digunakan

Banyak

Bahan

Keadaan

Bahan

Cara

olah

Cara

pakai

Frek & lama

penggunaan

Lama

Peng gunaan

1

2.

3

4

5

Benalu pohon

Benalu batu

Kunyit putih

Sambiloto

Daun kaki kuda

Temu lawak

Kunyit putih

Kunyit hitam

Sambiloto

Brotowali

Kunyit putih

Kunyit merah

Jahe

Serai

Kumis kucing

Benalu

Nangka air

Kenanga

daun

daun

rhizom

daun

daun

rhizom

rhizom

rhizom

semua bgn

batang

rhizom

rhizom

rhizom

batang

daun, btng

daun, btng

batang

batang

secukup

nya

secukup nya

secukup

nya

secukup

nya

secukup nya

kering

kering

kering

kering

segar

haluskan peras

sangrai,

seduh

haluskan seduh

peras

rebus

rebus

minum

minum

minum

minum

minum

3x/hari

Sampai sembuh

2x/hari

5 – 7 hari

2x/hari

3 – 4 hari

3x/hari

3 – 4 hari

3x/hari

Sampai sembuh

sampai sembuh

5 – 7 hari

3 – 4 hari

3 – 4 hari

sampai sembuh

Sumber : data olahan hasil penelitian Balitbangda Kab. Kukar dan Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbangkes, Departemen Kesehatan RI Jakarta. 2009.

Dari identifikasi jenis tanaman obat untuk kanker, terdapat 15 tanaman obat yang digunakan. Benalu, dan kunyit putih merupakan tanaman yang memang sering digunakan untuk mengobati kanker. Menjadi hal yang dapat menjadi pertanyaan, yaitu untuk mengobati kanker hanya dibutuhkan waktu 3-4 hari, namun pertanyaan lain adalah ramuan diminum sampai sembuh. Belum pernah para pengobat tradisional mendapat pembinaan baik dari Dinas Kesehatan/Puskesmas atau instansi yang kompeten tentang proses ukuran dalam memformulasi ramuan tersebut dan tentang higiene dan sanitasi dalam proses pengolahan ramuan, disamping itu semua ramuan tersebut belum ada yang diuji di laboratorium Balai Besar POM Samarinda.

Tabel   2   : Ramuan untuk keluhan/penyakit DIABETUS MELITUS

No Nama

Tanaman

Bagian tumbuhan yg diguna kan Banyak

bahan

Keadaan

bahan

Cara

olah

Cara

Pakai

Frek & Lama

penggunaan

Lama

Pengguna

an

1

2

3.

4

5

6

Sambiloto

Daun dewa

Kunyit

Aren

Temu lawak

Kunyit putih

Kunyit hitam

Sambiloto

Brotowali

Kunyit putih

Kunyit merah

Jahe

Serai

Kunyit putih

Sambiloto

Jintan hitam

daun

daun

rhizom

buah

rhizom

rhizom

rhizom

semua bgn

batang

rhizom

rhizom

rhizom

batang

rhizom

semua bgn

buah

secukup

nya

secukup nya

secukup

nya

secukup

nya

secukup nya

secukup nya

kering

segar

kering

kering

kering

kering

haluskan kapsul

haluskan

rebus

sangrai

haluskan

rebus

haluskan

rebus

haluskan

rebus

minum

minum

minum

minum

minum

3x/hari

Sampai sembuh

2x/hari

3 – 4 hari

2x/hari

5 – 7 hari

2x/hari

3 – 4 hari

3x/hari

5- 7 hari

1x/hari

Sampai sembuh

sampai sembuh

3 – 4 hari

5 – 7 hari

3 – 4 hari

5 – 7 hari

sampai sembuh

Sumber : data olahan hasil penelitian Balitbangda Kab. Kukar dan Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbangkes, Departemen Kesehatan RI Jakarta. 2009.

Ramuan yang digunakan cukup rasional, karena menggunakan tanaman obat yang memang secara empiris digunakan untuk mengobati diabetes, hanya ukurannya saja yang  bervariasi dosisnya karena tidak menggunakan ukuran timbangan, volume dosis diukur sesuai perasaan pengobatan tradisional saja, sementara daya tahan tubuh seseorang juga sangat bervariasi, hal ini tentunya akan berdampak dalam proses metabolisma tubuh manusia, baik dampak positif penyembuhan penyakit tertentu, tetapi bisa juga berdampak negatif menyebabkan penyakit tertentu seperti al;  penyakit ginjal, karena adanya penumpukan bahan ramuan di ginjal.

Tabel  3  : Ramuan untuk keluhan/penyakit KENCING BATU.

No Nama tanaman Bgn tum buhan yang

digunakan

Banyak

bahan

Keadaan

bahan

Cara

olah

Cara

pakai

Frek & Lama

penggunaan

Lama

penggunaan

1

2.

3

4

5

Kaca beling

Keji beling

Gempur batu

Kunyit

Temu lawak

Temu lawak

Kunyit putih

Kunyit hitam

Sambiloto

Brotowali

Buah seragam

Kumis kucing

Daun meniran

Daun

Daun

Daun

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Semua bgn

Batang

Biji

Daun

daun

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Kering

Segar

Kering

Kering

segar

Rebus

Haluskan, kapsul

Sangrai

Sangrai

rebus

Minum

Minum

Minum

Minum

minum

3x/hari

5 – 7 hari

3x/hari

Sampai sembuh

2x/hari

5 – 7 hari

3x/hari

Sampai sembuh

3x/hari

5 – 7 hari

5 – 7 hari

Sampai sembuh

5 – 7 hari

Sampai sembuh

5 – 7 hari

Tabel  4   : Ramuan untuk keluhan/penyakit ASMA.

No Nama tanaman Bgn tum buhan yang

digunakan

Banyak

bahan

Keadaan

bahan

Cara

olah

Cara

pakai

Frek & Lama

penggunaan

Lama

penggunaan

1

2.

3

4

5

6

Kencur

Jahe

Bengle

Temu lawak

Kunyit putih

Kunyit hitam

Sambiloto

Brotowali

Kunyit

Jahe

Kencur

Temu lawak

Gula batu,madu

Kunyit putih

Asam jawa

Gula batu, madu

Kunyit

Laos

Jeruk

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Semua bgn

Batang

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Buah

Rhizom

Rhizom

Kulit buah

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

3 buah

Segar/ kering

Kering

Segar/ kering

Segar

Segar

segar

Rebus /kapsul

Sangrai

Hakus kan, rebus, peras

Rebus

Seduh

rebus

Minum

Minum

Minum

Minum

Minum

Minum

3x/hari

Sampai sembuh

2x/hari

5 – 7 hari

2x/hari

3- 4 hari

3x/hari

Sampai sembuh

4x/hari

Sampai sembuh

1x/hari

5 – 7 hari

Sampai sembuh

5 – 7 hari

3 –  4 hari

Sampai sembuh

Sampai sembuh

5 – 7 hari

Sumber : data olahan hasil penelitian Balitbangda Kab. Kukar dan Puslitbang Biomedis dan Farmasi, Badan Litbangkes,

Departemen Kesehatan RI Jakarta. 2009.

Tabel  5   : Ramuan untuk keluhan/penyakit TBC

No Nama tanaman Bgn tum buhan yang

digunakan

Banyak

bahan

Keadaan

bahan

Cara

olah

Cara

pakai

Frek & Lama

Penggunaan

Lama

penggunaan

1

2

3

Temu lawak

Kunyit putih

Kunyit hitam

Sambiloto

Brotowali

Kunyit putih

Buah sumpit

Bekicot

Kunyit

Laos

Jeruk

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Semua bgn

Batang

Rhizom

Buah

Daging

Rhizom

Rhizom

Kulit buah

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Kering

Segar/ kering

Segar

Sangrai

Rebus

Rebus

Minum

Minum

Minum

2x/hari

5 – 7 hari

3x/hari

Sampai sembuh

1x/hari

5 – 7 hari

5 – 7 hari

Sampai sembuh

5 – 7 hari

Tabel 6     : Ramuan untuk keluhan/penyakit KOLESTEROL

No Nama tanaman/

Burung/Bahan

Bgn tum buhan yang

digunakan

Banyak

bahan

Keadaan

bahan

Cara

olah

Cara

Pakai

Frek & Lama

penggunaan

Lama

penggunaan

1

2

Benglai

Lidah buaya

Salam

Jati belanda

Ilalang

Kunyit

Jahe

Temu kunci

Kencur

Burung Walet

Gula batu

Rhizom

Daun

Daun

Daun

Akar

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Sarang

Secukup nya

Secukup nya

Kering

Kering

Haluskan, kapsul

HaluskanRebus

Rebus

Minum

Minum

3x/hari

Sampai sembuh

3x/hari

Sampai sembuh

Sampai sembuh

Sampai sembuh

Tabel   7    : Ramuan untuk keluhan/penyakit STROKE

No Nama tanaman Bgn tum buhan yang

digunakan

Banyak

bahan

Keadaan

bahan

Cara

olah

Cara

pakai

Frek & Lama penggunaan Lama

penggunaan

1

2

3

4

Kunyit putih

Kunyit

Jahe

Kencur

Temu lawak

Temu lawak

Kunyit putih

Kunyit hitam

Sambiloto

Brotowali

Sembung

Kaki kuda

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Rhizom

Semua bgn

Batang

Daun

Daun

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Secukup nya

Segar

Segar/ kering

Segar/ kering

kering

Rebus

Haluskan, seduh

Rebus

Haluskan/kapsul

Minum

Minum

Minum

Minum

3x/hari

Sampai sembuh

3x/hari

Sampai sembuh

3x/hari

Sampai sembuh

3x/hari

Sampai sembuh

Penyakit darah tinggi , kolesterol dan stroke merupakan penyakit yang berkaitan sebab akibat. Namun ramuan yang digunakan belumlah cukup dianggap rasional, mengingat dukungan empiris belum terlihat.

Tabel  8 . Data keamanan , kandungan dan khasiat tanaman obat

No Nama daerah Nama Latin Keamanan LD50 (mg/10g bb) Kandungan Kasiat/dosis
1 Asam jawa Tamarindus indica Meer Ekstrak 40%  aman untuk obat tradisional Asam tartariat,gula invert,sitexin,orientin, isovitexin ,sitosterl, tannin, kempesterol Analgetik 20%

Antihistamin

2 Laos Alpinia galanga 61,90 (55,5  –  69,00) mg/10gbb Minyak atsiri Antibakteri &antifungi 3,12 v/v

Antimutagenik

6,25-100mg/kgbb

3 Jeruk Citrus aurantifolia == Pektin\

Triterpenoid, steroid, flavon dan lemonen

Kadar lemak darah 0,98 ml/kg bb
4 Rosella Hibiscus sabdariffa L Argenin,lignin

Protein,kalsium

Diuretik

Antihipertensi

Antispasmodik

Menambah syahwat

Antelmintik

Anti kanker

5 Pinang Areca catechu L. 4,139 (3,307-5,18) mg/10g bb Arecolin,

Arekaidin (1)

Tanin

Antelmintik  100%

Antidiare 22,5mg

/100g bb

Diabetes jus 0,6%

Antibakteri 10%

6 Kelapa Cocos nucifera L

== Asamtartrat &mineral Pelarut tetrasiklin HCl

bakteriostatik

7 Belimbing Averhoa carambola L == Vit.A, B  dan C

Zat2,Protein,lemak, kalsium , besi.

Hiperkolesterolemia

8ml/kg bb

8 Alang-alang Imperata spec.div 1 g/kg bb ip Kadar abu 2,53%

Serat ksar 27,22%

Tannin 0,23% (3)

Vitamin,mineral dan fitonutrien

Diuretik

Demam

Diare

Batu ginjal

9 Bawang putih Allium sativum L 222 mg/kg bb Allisin dan Alliin Hepatoprotektor

Antelmintik 5% -20%

Bakteriostatik

10 Seledri Apium graviolens L. Flavonoid Diuretik 20% dan 40%

Antihipertensi 1%  & 5%  Kadar asam urat

No Nama daerah Nama Latin Keamanan LD50 (mg/10g bb) Kandungan Kasiat/dosis
11 Buah makasar Brucea javanica L (Meer) Steroid Anthelmintik 10%
12 Bambu kuning Bambusa vulgaris Schr Steroid,sitosterin, Kristal amorf Hepatoprotektor infuse  40%
13 Sembung Blumea balsamifera D.C Infuse 60,3 (54,48 67,7) mg/10g bb

Ekstrak 12,97(11,87-14,22) mg/10g bb

Flavanol danflavanoid (1) Analgetik

175mg/10g bb Antipiretik infuse 750

mg/100g bb, ekstrak 147 mg/100g bb

Antiinflamasi ekstrak 20mg/100g bb

Antifertilitas 6%,8%, 10%, dan 20% b/v

14 Lada/

merica

Piper nigrum Piperin Estrogenitas ekstrak 2g/kg bb

Antibakteri

15 Daun sendok Plantago mayor L 50,77 (45,57 – 56,88) mg/10g bb Tanin

Flavonoid , glikosida flavon

Diuretik 17mg/200 gbb

Batu ginjal invitro infus 10% dan 20%

Antibakteri 80% , 60%

Antidiare 50mg/100gbb

Antiinflamasi 150mg/200g bb

Kadar glukosa  1g/kgbb , 1,5g/kgbb, dan 2 g/kg bb.

Anti mutagenic dan anti oksidan

16 Pasak bumi Eurycoma longifolia Jack 15-20 mg/kg ip Guassinoid dan flavonoid Aprodisiak, ,alaria, antiulcer, anticancer
17 Lidah buaya Aloe vera L 52,2 mg/10g bb Alkaloid, aloenin, antrakuinon, glukosamin, resin, sapogenin Aprodisiaca  jus  30% ; Luka 0,5cc

Kontraksi uterus 6mg/ml

Diabetes 50mg/20g bb

Sedatif (0,5mg/20g bb

Antibakteri  fraksi aseton sd 300ppm (13) Antidiabetes 5ml/kg 5%

18 Kapulaga Amommum compactum SOLAND ex MATONL (7,25-11,21) mg/10g bb Sineol, tanda a-terpineol,terpinil asetat Diuretik
19 Gempur watu Borreria hispida HOOK.  f Kalium Batu kandung kemih 500mg/100g bb
20 Tapak liman Elephantopius csaber L 54,63((49,02-59,70) mg/10g bb Zat besi Antipiretik , 15%

Hiperlipidemia 1,5g/kg bb Hepatoprotektor eks.etanol 50mg/200g bb

Anemia,  75%

No Nama daerah Nama Latin Keamanan LD50 (mg/10g bb) Kandungan Kasiat/dosis
21 Patah tulang Euphorbia tirucalli Senyawa euphorbone, taraksasterol, alfa-laktucerol, euphol, damar yang kautschuk (zat karet) dan zat pahit.

triterpen

22 Kaca beling Gardenia jasminoides Ellis steroid/

triterpenoid, flavonoid,terpenoid

Anti jamur, 10%
23 Daun mutiara Hedyotis corymbosa synonim Oldenlandia corymbosa, Linn Antifertilitas 500mg/kg bb
24 Kencur Kaempheria galanga L 23,40 (20,40-26,4) mg/10g m..atsiri pentadekanan , p-mentana -1, 8-epoksi. Anti jamur 50%

Analgesik 15%

Analgesic m atsiri 0,4%

Antibaktewri 10%  Anthelmintik 0,0075-0,01g

25 Temu kunci Kaempheria pandurata ROXB 50,63 mg/10g bb Antkanker , 50,ug/l ;

Analgetik 50mg/10g bb;

Antiradang  tdak berkasiat ; Antibakteri 10-30%

26 Mengkudu Morinda citrifolia L LC 50 eks.etanol 72,9670 ug/ml Alkaloid, saponin flavonoid polifenol dan antrakinin Antiinflamasi 1500mg/kg bb

Analgesik 2100 mg/kg Bb

Anti mikroba tidak berefek

Anthelmintik 1% ;   Anti kanker 64% ;Anti diabetis 7,32%  Hepatoprotektor sd 59,18g/kg bb   Obesitas 20%

27 Kayu putih Melaleuca leuradendron L Saponin, flavonoid, tannin,leukoantosian,triterpenoida/steroid

Sineol

Antiinflamasi tidak berefek
28 Meniran Phyllanthus niruri L 22,54 (21,03-24,15)

LC50 3,894 u/

Triterpenoid , flavonoid, alkaloid, senyawa lignan Mutagen 100-1000 ppm

Diabetes 5,88g/kg bb

Anti kanker 1000ul

Hepatoprotektor 40-90mg/kg bb ,

Batu kandung kemih  ekst.etanol, 6mg/100g bb, e.heasan 3mg/100g bb, e diklormetan 1,5mg/100g bb.

Usus terisolasi  e./etanol 6mg/100g bb

Sedatif infuse 25-100%

Antidiare 2g/kg bb

29 Kumis kucing Orthosiphon stamineus BENTH 52,2 mg/10g bb Glikosida, m atsiri, saponin Diuretik 20% (5), Batu ginjal
30 Keci beling Strobilanthus stamineus BENTH 73,3(66,8 – 80,4) mg/10g bb Triterpenoid(sterid Batu ginjal 16,15 mg/kg , Diuretik 16,15 mg/kg bb
31 Ginseng Talinum paniculatum GAERTN 32,22 (25,59) mg/10g bb Flavonoid, tannin, steroid Stimulant 10mg/100g bb

Peningkatan libido 25%

Androgenic tidak berefek 30%

32 Bengle Zingiber cassumunar ROXB 100,1(87,85-115,58)  mg/10g bb Kumarin Anthelmintik 200mg/ml

Antipiretik 220 mg/100g bb

Antiinflamasi 600mg/100g bb

Laksatif 40mg/100g bb

Sedaif 165 mg/10g bb

33 Papaya Carica papaya L

123 ( 115,80-132,80) mg/10g bb Papain, alkaloida papain,karposida, saponin, karetonioda,pektin,d-galaktos, lo-arabinosa. Anthelmintik getah 3&

Teraotegik  getah 750mg/kg bb

Batu kandung kemih infus akar20%

Antibakteri 0,75-12,5%

34 Pare Momordia charantia L 78,10(72,13-85,64) mg/10g bb momordisin, reasin,asamresinat,saponin,vit a,c minyak lemak. Antifertilitas biji 5ml/kg bb

Antipiretik buah 10-30%

Antipiretik daun 8ml/kg bb

Anthelmintik 7,5%-60% .

35 Temu hitam Curcuma aeruginosa Roxb

27,9 (24,01 – 30,23)
36 Brotowali Tinospora crispa
37 Toge Phaseolus radiatus
38 Salam Eugenia polyantha WEIGHT Eugenol, fenol ses kuiterpen lakton. Antidiare fraksi etanol 180mg/200g bb ;

Hipoglikemik 5,5mg/kg bb ;

Antimikroba  ekst.etanol ; Anti bakteri  40%

39 Jati blanda Guazuma ulmifolia
40 Daun kentut Paederia foetida L
41 Sirih Piper betle L 83,64 (70,79 -123,13) Eugenol, chavicol, m atsiri Hemostatik 20%  antiserangga 2,30mg Antibakteri  0,3-050% ; Antiseptik matsiri
42 Belunntas Pluchea indica LESS infus 88,9(81,1-97,5)   Ekstrak etanol 10,01 (9,58-12,7) Alkaloid, m atsiri, tannin, flavonoid. Analgetik 126 mg/10g bb . Antipiretik 63mg/10g bb.

Banyaknya  jenis tanaman yang banyak digunakan oleh Battra dapat dilihat pada Tabel 9.

Tabel  9 :  Nama tumbuh-tumbuhan yang digunakan dalam ramuan

No Nama tumbuhan Banyaknya ramuan

yang mengandung

No Nama tumbuhan Banyaknya ramuan

yang mengandung

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

11

12

13

14

15

16

17

18

19

20

21

22

23

24

25

26

27

28

29

30

31

32

33

34

Kunyit putih

Temu lawak

Sambiloto

Kunyit hitam

Kencur

Jahe

Kunyit

Brotowali

Temu kunci

Kumis kucing

Pinang

Ginseng

Daun kaki kuda

Asam Jawa

Ilalang

Jeruk

Kunyit merah

Keji beling

Rosella

Kelapa

Pepaya

Benalu

Serai

Lidah buaya

Kapulaga

Gempur batu

Benglai

Laos

Buah sumpit

Merica

Kemiri

Nangka air

Kenanga

Daun dewa

23

22

21

16

15

15

14

11

6

5

5

5

4

4

4

4

3

3

3

3

3

2

2

2

2

2

2

2

2

2

2

1

1

1

35

36

37

38

39

40

41

42

43

44

45

46

47

48

49

50

51

52

53

54

55

56

57

58

59

60

61

62

63

64

65

66

67

68

69

Aren

Jintan hitam

Daun ungu

Daun mutiara

Tapak liman

Kayu putih

Kaca beling

Buah seragam

Meniran

Patah tulang

Mengkudu

Belimbing

Bawang putih

Sledri

Bambu kuning

Sembung

Lada

Daun sendok

Pasak bumi

Tunjuk langit

Akar sampai

Pare

Ketepeng

Temu hitam

Kecambah

Salam

Jati belanda

Daun putri malu

Umbi birah

Daun kemudi

Akar jelatang

Daun klentit

Sirih

Beluntas

Apel

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

1

Dari daftar diatas, terdapat lima tanaman obat yang paling sering digunakan oleh Battra yaitu kunyit putih, kencur, sambiloto, jahe dan kunyit hitam. Selain kunyit hitam, tanaman yang lain merupakan tanaman yang biasa terdapat di Pulau Jawa, namun diperlukan perhatian khusus pada tanaman obat kunyit hitam, mengingat tanaman obat tersebut langka ditemukan di Pulau Jawa.

Upaya pengembangan dan Upaya Pengembangan Dan Pemberdayaan Pengobatan Tradisional Dan Obat Tradisional Di Kabupaten Kutai Kartanegara dapat dilakukan dengan melakukan kajian terhadap kondisi Sumber Daya Manusia, sarana dan prasarana pengobatan Tradisional yang dilakukan serta substansi atau khususnya pada Pengobat Tradisional yang menggunakan ramuan, adalah dengan menginventarisasi jenis tanaman, identifikasi penyakit yang diobati dengan tanaman obat.

Profil Pengobat tradisional, dapat dilakukan pembinaan lebih lanjut untuk pengembangan pengobatan tradisional yang dilakukan baik dari Dinas Kesehatan/ Puskesmas maupun dari Balai Besar POM dan Dinas Pertanian serta dari Perindagkop setempat.

Dampak positif dan negatif  akibat penggunaan ramuan tradisional yang tidak menggunakan ukuran dosis dan prosedur apoteker, maka dapat menyebakan penyakit dan kematian.

Lima penyakit yang paling banyak diobati oleh Battra menggunakan ramuan adalah kanker, diabetes melitus, darah tinggi, kencing batu, serta batuk-asma. Perlu dilakukan kajian terhadap ramuan  untuk menilai kerasionalan klaim khasiat. Hal tersebut akan menjadi dukungan ilmiah yang dapat menjadi feed back kepada Battra agar rasional memilih tanaman obat untuk mengobati tertentu.

Terdapat lima tanaman obat yang paling sering digunakan oleh Battra yaitu kunyit putih, kencur, sambiloto, jahe dan kunyit hitam. Selain kunyit hitam, tanaman yang lain merupakan tanaman yang bisasa terdapat di Pulau Jawa, namun diperlukan perhatian khusus pada tanaman obat kunyit hitam, mengingat tanaman obat tersebut langka ditemukan di Pulau Jawa. Informasi mengenai keamanan, kandungan kimia dan khasiat dari tanaman obat yang berada di Kabupaten Kutai Kertanegara.

Dari berbagai tanaman obat yang digunakan, telah dicoba untuk menambahkan data toksisitas akut untuk menilai keamanan, kandungan kimia dan khasiatnya. Informasi tersebut belum sepenuhnya lengkap, namun dapat digunakan sebagai dukungan data ilmiah, untuk mengkaji khasiat yang telah diklaim oleh Battra.

VIII. KESIMPULAN DAN REKOMENDASI/SARAN

A. Kesimpulan

1.       Pengobat tradisional di Kabupaten Kutai menggunakan metode ramuan, agama dan supranatural, pijat urat dan atau pijat refleksi, tetapi belum mendapat pembinaan dari instansi terkait.

2.       Telah diinventarisasi sejumlah ramuan untuk menangani sakit tertentu, sehingga dapat dilakukan penelitian dan pengembangan  sebagai potensi daerah, dan sebagai dasar penemuan potensi  atau hak paten daerah / Hak Atas Kekayaan Intelektual. Salah seorang pengobat tradisional yang mampu mengembangkan berbagai tanaman obat dan memformulasinya menjadi obat tradisional adalah Bapak Masrani, S.Pd dari Kecamatan Sebulu, perlu mendapat pembinaan dan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara, bahkan beliau telah mendapat bantuan dari orang Jepang.

3.       Tanaman obat dan khasiatnya dapat menjadi awal pengembangan data base tanaman obat dimasing-masing wilayah baik Kecamatan, Desa / Kelurahan maupun Kabupaten..

B. Rekomendasi/Saran

1.       Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara termasuk Puskesmas, Dinas Perindagkop, Balitbangda, dan TP-PKK, Dinas Pertanian, Dinas Kehutanan dan atau Dinas Peternakan, agar selalu melakukan pembinaan dan pengawasan terhadap para pembuat obat (pengobat) tradisional, mulai dari proses penanaman tanaman obat, pengolahan obat dan pengelolaan tanaman, sampai pemasaran, dan juga agar Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara selalu mensosialisasikan kepada pihak Puskesmas dan pengobat tradisional bagaimana proses dan mekanisme mendapatkan ijin praktek bagi pengobat tradisional termasuk sosialisisasi melalui leaflet/poster tentang proses/mekanisme pengurusan ijin praktek pengobat tradisional. Disamping itu perlu dukungan dana/biaya operasional yang memadai dari Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, dalam rangka  proses untuk mendapatkan HAKI bagi masyarakat yang dapat mengembangkan potensi Alam maupun kemampuan SDM nya.

2.       Hasil inventarisasi obat dan pengobat tradisional, salah seorang pengobat tradisional Bapak Masrani, S.Pd dari Kecamatan Sebulu, perlu mendapat pembinaan dan perhatian khusus dari Pemerintah Daerah Kabupaten Kutai Kartanegara baik  moril maupun materil, karena beliau penuh inovasi dalam memformulasi ramuan obat tradisional, bahkan beliau secara informal sudah melakukan penelitian dengan pihak  Jepang dan bahkan beliau sudah ada mendapat bantuan dari pihak Jepang, oleh sebab itu jangan sampai aset kita diakui oleh negara lain, sehingga perlu kita rekomendasikan kelanjutan dari hasil penelitian ini untuk di rekomendasikan dan diproses secara bertahap menjadi Hak Atas Kekayaan Intelektual Kabupaten Kutai Kartanegara dan dari Puslitbang Biomedis Dan Farmasi, Badan Litbang Kesehatan Depkes RI Jakarta siap membantu/ memfasilitasi dalam pengurusan proses untuk mendapatkan HAKI, begitu pula dari Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara dan Balai Besar POM Samarinda dan Dinas Kesehatan Propinsi juga siap membantu dan mendukung dalam upaya untuk mendapatkan HAKI.

3.       Perlu dilakukan pengkajian secara lengkap terhadap formula dan kerasionalan ramuan dengan khasiat tertentu yang diberikan oleh para pengobat tradisional. Hal tersebut dapat menjadi landasan untuk penelitian dan pengembangan lebih lanjut guna perolehan Hak Kekayaan Atas Intelektual (HAKI).

Daftar Pustaka

1.       Yun Astuti dkk. 1989.  Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta. Cerminb Dunia Kedokteran  no.58

2.       B.Dzulkarnain dkk. 1990. Hasil Penelitian Tanaman Obat di Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Litbang Kesehatan RI  1974-1989.

3.        B.Dzulkarnain dkk. 1990. Hasil Penelitian Tanaman Obat di Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi Badan Litbang Kesehatan RI  1990-1996

4.       Sri Sugati Syamsuhidayat dkk, 1991. Tinjauan hasil penelitian tanaman obat di berbagai Institusi I. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta

5.       B.Dzulkarnain dkk, 1995. Tinjauan hasil penelitian tanaman obat di berbagai Institusi II.. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta

6.       B.Dzulkarnain dkk, 1996. Tinjauan hasil penelitian tanaman obat di berbagai Institusi III.. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta

7.       Lucie Widowati. 1996. Penelitian tanaman obat di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia VIII. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta.

8.       Dian Sundari dkk. 2000. Penelitian tanaman obat di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia VIII. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta.

9.       Tri Wahyuni Lestari. 2003. Penelitian tanaman obat di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia XI. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta.

10.     Bambang Wahjoedi dkk. Kajian Potensi Tanaman Obat  2004  Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta.

11.    . Tri Wahyuni Lestari. 2004. Penelitian tanaman obat di beberapa Perguruan Tinggi di Indonesia.. Pusat Penelitian dan Pengembangan Farmasi dan Obat Tradisional Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta.

12.     Pudjiastuti dkk. 2006. Hasil Penelitian Tanaman Obat Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta.

13.    Saroni dkk. 2006. Review tanaman obat Indonesia Pusat Penelitian dan Pengembangan Biomedis dan Farmasi Badanlitbang Kesehatan Departemen  Kesehatan RI Jakarta.

14.     Munna,Komar Ruslan, Irda Fidrianny  2006 . Telaah Fitokimia Daun Kaca Piring (Gardenia jasminoides Ellis.) Sekolah Farmasi ITB http://bahan-alam.fa.itb.ac.id

15.    ……..http://www.naturindonesia.com/tanaman-obat-indonesia/abjad-awal-p/284-patah-tulang.html

16.    Dr. Sudarsono dkk. Tumbuhan Obat, Hasil Penelitian, Sifat-sifat, dan Penggunaan, Pusat  Penelitian Obat Tradisional, Universitas Gajah MAda (PPOT-UGM), 1996

17.     L.B.S. KArdono dkk. Selected Indonesian Medicinal Plants, Monograph and Descriptions

18. Norman R. Farnsworth and Nuntawan Bunyapraphatsara,1992. Thai Medicinal Plants,    Recommended for Primary Health Care System, P. Comtech Co. Ltd.