Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara

Jan 12, 2011 oleh Denny Wahyudi, S.Sos.

1.1 Latar Belakang

Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) merupakan masyarakat dalam suatu wilayah, pada era otonomi daerah unit wilayah tersebut dapat berupa desa atau kelurahan. Agar UMKM tersebut dapat berjalan dengan baik, maka masyarakat harus mendapatkan umpan balik dari kegiatan produktif yang dilakukannya. Berkaitan dengan aktivitas ekonomi, umpan balik berarti peningkatan pendapatan atau memberikan nilai tambah. Sehingga merangsang kegiatan produktif yang dilakukan oleh masyarakat secara tradisional (secara terus menerus telah biasa mereka lakukan). Dengan demikian, kegiatan ekonomi tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan bahkan diharapkan dapat meningkat secara bertahap.

Dari beberapa sudut pandang, UMKM dapat dikelompokkan menjadi beberapa kriteria usaha. Yaitu usaha yang digunakan sebagai kesempatan kerja untuk mencari nafkah, yang lebih umum dikenal sebagai sektor informal, usaha yang memiliki sifat pengrajin tetapi belum memiliki sifat kewirausahaan, usaha yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan mampu menerima pekerjaan subkontrak dan ekspor, dan usaha yang telah memiliki jiwa kewirausahaan dan akan melakukan transformasi menjadi Usaha Besar (UB).

UMKM di negara berkembang, seperti di Indonesia, sering dikaitkan dengan masalah-masalah ekonomi dan sosial dalam negeri seperti tingginya tingkat kemiskinan, besarnya jumlah pengangguran, ketimpangan distribusi pendapatan, proses pembangunan yang tidak merata antara daerah perkotaan dan perdesaan, serta masalah urbanisasi. Perkembangan UMKM diharapkan dapat memberikan kontribusi positif yang signifikan terhadap upaya-upaya penanggulangan masalah-masalah tersebut di atas.

Kegiatan ekonomi yang melibatkan UMKM di suatu wilayah sangat bervariasi, baik ditinjau dari jenis usaha yang dikembangkan, tenaga kerja yang terlibat, dan kemampuan permodalannya.

Setiap komponen/anggota masyarakat harus secara aktif terlibat dan mengambil peran dalam gerakan pembangunan berdasarkan prinsip-prinsip keberdayaan diri sendiri. Dengan demikian setiap individu berhak dan wajib menyumbangkan potensinya dalam gerakan pembangunan tersebut. Dalam paradigma ini, sekecil dan selemah apapun kualitas SDM dan potensi seseorang pastilah bisa diberdayakan secara efektif, baik untuk dirinya sendiri maupun untuk orang lain.

Kelembagaan ekonomi dikembangkan sesuai dinamika kemajuan ekonomi dengan menerapkan prinsip-prinsip tata kelola pemerintah daerah yang baik; menjaga persaingan usaha secara sehat dan perlindungan konsumen; mendorong pengembangan standarisasi produk dan jasa untuk meningkatkan daya saing; merumuskan strategi dan kebijaksanaan pengembangan teknologi sesuai dengan pengembangan ekonomi daerah; dan meningkatkan daya saing usaha mikro,  kecil dan menengah (UMKM) di berbagai wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara sehingga menjadi bagian integral dari keseluruhan kegiatan ekonomi dan memperkuat basis ekonomi daerah. Pengembangan UMKM diarahkan untuk menjadi pelaku ekonomi yang semakin berbasis iptek, dan berdaya saing dengan produk impor khususnya dalam penyediaan barang dan jasa kebutuhan masyarakat banyak, sehingga mampu memberikan kontribusi yang signifikan dalam perubahan struktural dan memperkuat perekonomian daerah. Untuk itu, pengembangan UMKM dilakukan melalui peningkatan kompetensi perkuatan kewirausahaan dan peningkatan produktivitas yang didukung dengan upaya peningkatan adaptasi terhadap kebutuhan pasar, pengembangan UMKM secara nyata akan berlangsung terintegrasi dalam modernisasi agribisnis dan agroindustri, termasuk yang mendukung ketahanan pangan, serta perkuatan basis produksi dan daya saing industri melalui pengembangan rumpun industri, percepatan alih teknologi, dan peningkatan kualitas SDM.

Yang perlu diperhatikan, suatu program atau perencanaan strategi haruslah dilaksanakan secara integrasi, yaitu tidak dilaksanakan oleh hanya satu pihak saja. Program disusun sebagai acuan pemerintah daerah agar upaya pemberdayaan berjalan tepat sasaran, meliputi: tepat waktu, tepat lokasi, tepat jumlah, dan tepat kualitas. Pemberdayaan UMKM guna pengembangan ekonomi dan dunia usaha memerlukan data dan informasi berupa kondisi aktual struktur jenis usaha dan iklim usaha yang ada dimasyarakat, agar kebijakan yang diambil dapat efektif. Berdasarkan latar belakang seperti yang sudah dikemukakan, maka penelitian ini dilakukan. Selanjutnya, data dan informasi  tersebut digunakan sebagai dasar penyusunan kebijakan guna mengembangkan ekonomi dan dunia usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara.

1.2 Maksud dan Tujuan

Kegiatan penelitian ini dimaksudkan untuk mengarahkan upaya-upaya pemberdayaan UMKM di Kabupaten Kutai Kartanegara guna pengembangan ekonomi dan dunia usaha dengan mendeteksi permasalahan yang dihadapi serta mencari alternatif solusi, serta melihat potensi dan peluang untuk dimanfaatkan secara optimal. Secara khusus, tujuan penelitian ini adalah:

  1. Mengetahui jenis UMKM yang dikembangkan oleh masyarakat Kabupaten Kutai Kartanegara.
  2. Menganalisa potensi wilayah untuk pemberdayaan UMKM dalam rangka pengembangan ekonomi dan dunia usaha di Kabupaten Kutai Kartanegara.
  3. Mengidentifikasi masalah dan kendala yang dihadapi UMKM dalam mengembangkan usaha dan mencari solusinya.
  4. Menyusun  Program Pengembangan Ekonomi dan Dunia Usaha melalui pemberdayaan UMKM dan melakukan sinkronisasi strategi pengembangan UMKM  oleh masyarakat dan pemerintah daerah.

1.3 Manfaat

Penelitian ini dilakukan sebagai masukan kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan instansi yang bertanggung jawab untuk pemberdayaan UMKM dalam upaya pengembangan ekonomi dan dunia usaha dengan merujuk pada potensi lokal yang dimiliki. Melalui program yang efektif dan  tepat sasaran, UMKM dapat menjadi salah satu aset daerah yang potensial, yang bila berhasil dapat menjadi contoh bagi pengembangan UMKM lainnya di daerah berbeda.

1.4 Ruang Lingkup

Fokus permasalahan dalam penelitian ini dilakukan dengan membatasi ruang lingkup penelitian sebagai berikut:

  1. Identifikasi UMKM yang telah ada dan UMKM yang belum dikembangkan tetapi memiliki potensi untuk dikembangkan.
  2. Berfokus pada pelaku UMKM yang berada di semua wilayah sampel.
  3. Secara administratif pengumpulan data primer hanya dilakukan pada kecamatan sampel.
Hasil Penelitian

About the author

The author didnt add any Information to his profile yet
No Responses to “Pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Kutai Kartanegara”

Leave a Reply