KAJIAN BADAN USAHA MILIK DESA (BUMDes) DI KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA (2011)

Salah satu pendekatan baru yang diharapkan mampu menstimuli dan menggerakkan roda perekonomian di perdesaan adalah melalui pendirian kelembagaan ekonomi yang dikelola sepenuhnya oleh masyarakat desa yang berangkat dari adanya potensi yang jika dikelola dengan tepat akan menimbulkan permintaan di pasar. Bentuk kelembagaan sebagaimana disebutkan di atas dapat berupa Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Badan usaha ini telah diamanatkan di dalam UU No.32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (bahkan oleh undang-undang sebelumnya, UU 22/1999) dan Peraturan Pemerintah (PP) no. 71 Tahun 2005 Tentang Desa. Jika kelembagaan BUMDes ini kuat dan ditopang kebijakan yang memadai, maka pertumbuhan ekonomi yang disertai dengan pemerataan distribusi aset kepada rakyat secara luas akan mampu menanggulangi berbagai permasalahan ekonomi di perdesaan.

Keberadaan BUMDes di desa diharapkan mampu mendorong dinamisasi kehidupan ekonomi di pedesaan. Berkaitan dengan hal tersebut, dilakukan kajian Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Tujuan kegiatan untuk menetapkan strategi dan pola pengembangan Badan Usaha Milik Desa di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Populasi dalam kajian ini adalah wilayah kecamatan, pelaku usaha, dan pakar di Kabupaten Kutai Kartanegara. Mengingat sebaran wilayah kecamatan cukup luas, ditetapkan dua belas (12) kecamatan sampel sebagai pewakil representatif dari keseluruhan kecamatan, antara lain : (1) Kecamatan Muara Badak, (2) Samboja, (3) Muara Jawa, (4) Marang Kayu, (5) Loa Janan, (6) Loa Kulu, (7) Tenggarong, (8) Tenggarong Seberang, (9) Sebulu, (10) Kota Bangun, (11) kenohan, dan (12) Kembang Janggut. Sedangkan sampel responden diambil dari pelaku usaha ditetapkan pada jenis usaha yang dikelola oleh BUMDes. Adapun sampel responden pakar adalah para pakar yang mengetahui dan memiliki wawasan, serta memiliki independensi yang tinggi terhadap topik yang dikaji.

Dari 12 kecamatan yang dimati terdapat 4 kecamatan yang sudah memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yaitu; (1). Tenggarong Seberang, ada 6 (enam) desa yaitu ; a. desa Sukamaju, b. Desa Bukit Pariaman, c. Desa Buana Jaya, d. desa Manunggal Jaya, e. Desa Kerta Buana dan f. Desa Bangun Rejo (2). Kecamatan Loa Janan, ada 5 (lima) desa yaitu; a. desa Batuah, b. Desa Loa Duri Ulu, c. Desa Loa Duri Ilir, d. desa Loa Janan Ulu dan e. Desa Bakungan, (3). Muara Badak, ada 1 (satu) yaitu desa Seliki dan (4). Muara Kaman, ada 1 (satu) yaitu desa Bunga Jadi.

Untuk mengembangkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) sesuai amanat UU Nomor 32 Tahun 2004 dan Perda No. 1 Tahun 2008 tentang Badan Usaha Milik Desa adalah: Pihak-pihak terkait diatasnya baik pusat, provinsi, dan kabupaten dituntut dukungannya dalam mengembangkan BUMdes melalui penyediaan modal, infrastruktur, dan peningkatan kapasitas sumberdaya manusia, serta pendukung lainnya.

Categories: Berita